Masjid Al-Nabawi Al-Syarif

Masjid Al-Nabawi Al-Syarif

Masjid Al-Nabawi Al-Syarif Masjid Al-Nabawi yang di mulyakan Allah ini adalah salah satu Masjid yang sangat dianjurkan untuk di kunjungi atau di ziarahi bahkan jika harus dengan susah payah pun, berdasarkan Hadist Sohih: 
  
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ:( لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد، مسجدي هذا والمسجد الأقصى والمسجد الحرام ). روى ابن حبان وأحمد الطبراني بسند حسن 
Dari Abi Hurairoh r.a. berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda: Perjalanan "menuju Masjid" tidak boleh di paksakan kecuali menuju tiga Masjid, Masjidku ini (Masjid Al-Nabawi), Masjid Al-Aqsho, dan Masjid Al-harom di Makkah Al-Mukarromah. diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ahmad Al-Tabroni dengan sanad yang hasan.

Masjid yang diberkati ini dibangun langsung oleh Rasulullah S.A.W bersama Kaum Muslimin kala itu, Masjid ini merupakan pusat bersinarnya da'wah Islam, di Masjid inilah Rasulullah menyebarkan Islam dan mengatur kepemerintahan dan peribadatan.

Bagian yang utama di masjid ini adalah Raudloh, Rasulullah S.A.W. bersabda:
Antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman syurga.

قال صلى الله عليه وسلم : ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة 
Dan didalam Masjid Nabawi terdapat Mihrob dan di samping Masjid terletaklah kamar Rasulullah S.A.W. disitulah Rasulullah S.A.W. bertempat tinggal, sekarang menjadi Quburan tempat jasad Rasulullah S.A.W. beristirahat.

Bagi yang hendak berziarah ke quburan Rasulullah S.A.W. hendaklah berziarah dengan sopan, tidak perlu merintih-rintih, dengan budi akhlak yang baik, sebaiknya berpakaian sopan, sebelum ziarah hendaklah sholat tahiyyatul masjid dahulu baru menuju quburan Rasulullah S.A.W. menghadap beliau lalu sampaikan salam pada Rasulullah dengan berkata "Assalamu alaika ya Rasulallah, asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuluh, kemudia bergeser ke sebalah kana satu meter dan sampaikan salam pada Abu Bakar Assiddiq r.a., lalu geser sedikit kekanan dan sampaikan salam pada Umar ibn Khottab. r.a.

Disaat berdo'a hendaklah menghadap Qiblah lalu berdo'a pada Allah S.W.T. untuk diri kita sendiri dan kaum Muslimin.

Hendaklah anda menjauhi Bid'ah yang di anggap ibadah seperti mengusap-usap atau mengecup dinding qubur Rasulullah s.a.w.

Rasulullah bersabda:
لا تجعلوا قبري عيدا، وصلوا علي فإن صلاتكم تبلغني حيث كنتم )
Jangan sekali kali kalian menjadikan Quburanku tempat pesta/hariraya.

Perbanyaklah berdo'a dan baca alqur'an di Masjid Nabawi dan Raudah yang mulya ini.

Masjid Nabawi ini merupakan Sekolah pertama dalam islam, disinilah Rasulullah sebagai guru besar pembawa risalah mengajarkan para sahabat tentang kehidupan duniawi dan ukhrowi.

Sholat di masjid Nabawi ini lebih utama seribu kali daripada sholat di Masjid yang lain kecuali Masjid Al-Harom.

Pembangunan Masjid Nabawi
Bermula dari perintah Hijrah Rasulullah S.A.W. dari Makkah ke Madinah Munawwaroh, setibanya di Madinah tepatnya di kampung Quba Rasulullah istirahat disana dan membangun Masjid Quba,  kemudian Rasulullah menuju Madinah Al-Munawwaroh, sesampainya di Madinah Kaum anshor ( penduduk asli madinah yang membela rasulullah s.a.w. )  berebutan untuk menuntun unta Rasulullah agar mendapatkan kemulyaan Rasul bertempat tinggal di rumah mereka masing masing, namun Rasulullah berkata: Biarkanlah untaku berjalan karena dia sudah ada yang menuntunnya, sehingga unta Rasulullah berhenti di tempat dua anak yatim bernama Sahal dan Suhail.

Kemudian Rasulullah membeli bahan-bahan untuk membangun Masjid Nabawi bersama Kaum Muslimin, Rasulullah mengangkat bata dengan tangan yang mulia beliau sendiri, para sahabat bersama rasul seraya berkata: Ya Allah bahwasanya kehidupan ( yang haqiqi ) adalah kehidupan Akhirat, maka limpahkanlah rahmatmu pada Kaum Anshor dan Muhajirin.
Pondasi masjid Nabawi pada masa Rasulullah terdiri dari batu dengan kedalaman -+3 hasta, dan dindingnya terdiri dari bata serta tiang-tiangnya dari pohon kurma di tengah nya kosong terbuka, Masjid Nabawi kala itu masih menghadap ke Baitil Maqdis ( Palestina ), sedang panjang dindingnya dari laut keutara -+70 hasta dan lebar dari timur ke barat -+60 hasta = luas masjid 4200 hasta memiliki tiga pintu, pintu pertama berada di arah selatan atau Qiblah sekarang, pintu kedua di arah barat ( bab rahmah) dan pintu ketiga dari arah timur terkenal dengan pintu Ustman atau pintu jibril.

Disaat Allah memerintahkan pindah Qiblah ke Ka'bah saat Sholat maka Rasulullah s.a.w. membuat pintu baru dari arah utara dan menutup pintu selatan, Sholat pertama di Masjid Nabawi setelah pindah Qiblah adalah Sholat asar.
 Perluasan Masjid Nabawi
01. Masa Rasulullah S. A. W.
Sekembalinya Rasulullah s.a.w. dari peperangan khaibar tahun 7 hijri keadaan Masjid mulai terasa sempit karena bertambahnya mushollin Rasulullah memperluas Madjid Nabawi dari arah timur, barat dan utara agar bentuk masjid menjadi kotak. "Hasta -+50cm"

Setelah pembangunan Rasulullah s.a.w luas Masjid Nabawi -+2475 m/segi. para sahabat dan tabi'in andil dalam perluasan masjid nabawi, dianytaranya:

02. Para Sahabat, Umar, Ustman
03. Walid bin Abdul malik.
04. Khalifah abbasiah almahdi.
05. Khalifah Abbasiah almu'tasim billah.
06. Asyraf Qaitbai
07. Sulthon Abdul majid al-ustmani
08. Raja Abdul Aziz pendiri saudi arabia
09. Raja Fahad bin Abdul Aziz
Perluasan Kholifah Umar tahun 17 Hijriah
Khalifah Abu Bakar tidak sempat memperluas Masjid Nabawi disebabkan kesibukan beliau menghadapi peperangan murtaddin yang mencoba menghancurkan islam dengan menghasut dan adu domba.

Tapi pada masa Umar ibn Khottab r.a Masjid makin terasa sempit membuat Kholifah Umar berfikir perlu untuk melakukan pembebasan lahan di sekitar Masjid Nabawi dan beliau membeli rumah-rumah disekitar masjid dan menjadikannya bagian dari Masjid, perluasan ini dari arah utara, selatan dan barat.

Dari arah barat di tambah 20 hasta, dari arah selatan (Qiblah) 10 hasta, dari arah utara 30 hasta, sedangkan dari arah timur sama sekali tidak di tambah karena disana terdapat rumah istri-istri Rasulullah s.a.w. dengan demikian Masjid Nabawi memiliki luas 140 hasta dari arah selatan, 120 hasta dari arah timur dan barat.

Bahan-bahan yang dipilih masih sama dengan bahan bahan yang pakai pada masa pembangunan Rasulullah s.a.w. cuma tingginya menjadi 11 hasta dan menggunakan atap pelepah daun kurma.

Lantai terdiri dari kerikil aqiq dan penghadang dengan tinggi 2-3 hasta, di taksir penambahan ini mencapai -+1100 m/segi, dan masjid nabawi memiliki enam pintu, dua dari arah timur, dua dari arah barat dan dua dari arah utara.
Perluasan Masjid Nabawi pada masa Kholifah Ustman Ibn Addan tahun 29 Hijriah 
Setelah musyawarah diputuskan perlunya memperluas Masjid Nabawi maka, mulailah perluasan dari arah selatan 10 hasta, barat 10 hasta, utara 20 hasta, sedangkan dari arah timur dibiarkan sesuai pada masa Umar ibn Khottab.

Panjang dari arah utara ke selatan menjadi 170 hasta, timur ke barat 130 hasta. ditaksir total menjadi 496 m/segi, kali ini pembangunan masjid nabawi sangat maju dengan dinding-dinding berukiran dan tiang-tiang batu yang di susun dengan rapi serta menggunakan bahan besi, sedangkan jumlah pintu masih sama dg masa umar ibn khottob.
Perluasan Masjid Nabawi pada masa Kholifah Umawiyyah dan Abbasiyyah 
Perluasan Walid ibn Abdulmalik

Masjid Nabawi tetap seperti pembangunan Ustman hingga pada masa Walid ibn Abdulmalik tahun 88 hijriah, kemudian Walid menulis surat perintah pada gubenur Madinahnya Amr bin Abdulaziz tahun 86-93 hijriah untuk membeli rumah disekitar Masjid Nabawi dan melakukan perluasan, bahkan memerintahkan rumah-rumah istri-istri Rasulullah digabungkan dengan masjid, lalau dilaksanakanlah hingga Quburan Rasulullahpun masuk dalam project perluasan masjid nabawi.

Perluasan Walid ini mencakup arah timur, utara dan barat, hingga panjang tembok selatan menjadi 84 m, tembok utara 68 m, barat 100 m, total perluasan ini menjadi 2369 m/segi.

Pada renovasi inilah pertama kalinya dibangun menara sebanyak 4 menara disetiap pojok terdapat satu menara, dan membangun mihrob cekung untuk imam.
Perluasan Masjid Nabawi pada masa Imam Mahdi 
Setelah pembangunan Walid tadi  tidak lagi ada pembaharuan yang berarti, cuma sekedar perbaikan-perbaikan kecil.

Disaat Mahdi berkunjung ke Madinah pada hajinya tahun 160 H, beliau memerintahkan asistennya bernama Ja'far ibn Sulaiman  untuk memperluas masjid nabawi, perluasan ini memakan waktu lima tahun, dan perluasan ini cuma dari arah utasa saja, perluasannya -+ 100 hasta maka, jadilah panjang masjid 300 hasta dan lebarnya 80 hasta, perluasan ini sekitar 245 m/segi.
Berhentinya perluasan Masjid Nabawi
Masjid Nabawi terbakar pada tahun 654 H maka banyak kalangan raja dan peminpin muslim ikut andil dalam pembangunan masjid nabawi, dan yang pertama mulai investasi dalam pembangunan kembali masjid nabawi setelah kebaran ini adalah Almu'tasim Billah salah satu penguasa khilafah abbasiah.

Lalu beliau mengirim bahan dan peralatan dari bagdan dan mulailah pada tahun 655 h, kemudian khilafah abbasiah berakhir di tangan pasukan tattar.

Kemudian mulailah berlomba lomba para peminpin islam untuk membangun masjid nabawi ini, diantaranya:
01. Mansur Nuruddin Ali Bin Mu'iz Aibik Al-Sholihi, penguasa Mesir.
02. Almudhoffar Syamsuddin Yusuf bin Mansur Umar ibn Ali, Penguasa Yaman.
03. Nasir Muhammad Qolawuun Alsholihi, Penguasa Mesir.
04. Asyraf Barasbai
05. Alzdhohir Jaqmaq.

Tidak terjadi perluasan apapun hingga tahun 879 H. terjadi kebakaran kedua pada tahun 886 H, berita kebakaran ini tidak sampai pada Sulton Qaitbai penguasa mesir kala itu, hingga penduduk madinag menulis berita akan terjadinya kebakaran ini, dengan segera sultan mengirim bahan dan segala apa yang diperlukan untuk pembangunan masjid kembali dan memberinya atap pada tahun 888 H, selesai pembangunan pada tahun 890 H. perluasan ini sekitar 120 m/segi, dan dianggap sebagai perluasan terakhir masa khilafah ustmani dan masa saudi, setelah ini tidak terjadi perluasan hingga 387 tahun.

Dalam senjang masa ini terjadilah kerusakan disana sini, maka Shaikh Haram saat itu Dawud Basya meminta sulton Abdul Majid Khan kedua di istambul Ibu kota pemerintahan Ustmani tahun 1263 H, dan dikabulkan dengan perintah tahun 1265 H.

Mulailah pembangunan tahun 1265 hingga 1277 hijriah, menghabiskan waktu 13 tahun, bangunan masjid terdiri dari batu merah di bawa dari bukit baratnya zdilhulaifah terkenal sekarang dengan bukit alharam "dibukit ini ada bukti sisa sisa pengambilan batu untuk pembangunan masjid alharam" batu ini untuk tiangnya, sedangkan temboknya dari batu hitam, perluasannya sekitar 1293 M/segi.
Pembangunan ini merupakan salah satu project besar dan bangunan yang indah sampai sekarang masih ada.
Perluasan pada masa pemeritah Saudi Arabia 
Setelah kerajaan Saudi Arabia di satukan oleh raja Abdulaziz Ali Su'ud pada tahun 1365 H, terlihat kerusakan Masjid Nabawi di sana sini, lalu Abdulaziz memerintahkan untuk renovasi dan perluasan berikut jalanan di sekitar Masjid Nabawi.

Diumumkan pada tahun 1368 H keinginannya untuk memperluas dan memperbaiki masjid Nabawi, di laksanakan oleh Bin Ladin tahun 1370 H mulai pembongkaran bangunan sekitarnya, peletakan batu pertama pada tahun 1374 H dihadiri oleh delegasi negara-negara Islam lainnya.

Melihat bagusnya pembangunan Sulthon Abdul Majid masih bagus terutama bagian ukirannya maka, di putuskan untuk membiarkan bagian yang penting, pembangunan ini selesai pada tahun 1375 H dengan luas mencapai 12271 m/segi.

Singkat cerita pada masa Fahad bin abdul Aziz mencapai perluasan 165500 m/segi  dengan daya tampung 257000 Musholli, Juga menfasilitasinya dengan pelataran dengan luas 23000 m/segi, di khususkan untuk musholli 135000 m/segi memuat 250000-400000 musholli, mencapai daya tampung keseluruhan 650000-1000000 musholli.

Full AC dengan fasilitas yang luar biasa dan marmar anti panas yang indah luar biasa, ya Allah mulyakanlah siapapun yang memulyakan mu dan memulyakan  Masjidmu.

18.00

0 komentar: